Christian Metz memberikan suatu teori film yang selalu menjadi acuan masyarakat Postmodernisme untuk membuat film. Metz yang merupakan figur utama dalam Semiotika mengakui bahwa teori film yang ia lakukan tidak lepas dari pengaruh pendiri semiotika seperti Ferdinand de Saussure dan Pierce. Metz meng-import- teori signifikasi dari Roland Barthes yang menjadi penerus Ferdinand de Saussure dan melengkapinya..
Membuat film tidak segampang yang dibicarakan, karena menurut Budi Irawanto, film adalah penerapan semiotika yang sempurna, karena berbagai macam tanda terdapat didalamnya…
Pernah memperhatikan peangmbilan gambar untuk Nicholas Saputra (Rangga) saat melihat Dian Sastro (Cinta) menyanyi di atas panggung. Suasananya benar kena, aroma kekaguman dapat dicerna dari pergerakan kamera saat fokus ke mata Rangga.
Atau, pernah membayangkan mengapa Nia diNata selalu terkesan polos dalam menuangkan berbagai idenya ke film2 seperti Ca Bau Kan, atau bahkan Arisan?
Hal hal seperti ini yang juga harus diperhatikan, selain kepandaian akan Hardware sperti Kamera, Komputer Editing, Sound stuff, dll.
Membuat film memang gampang, namun menciptakan film yang baik tidaklah mudah itulah pendapat dari Rudi Sudjarwo…
Salam,
Yopi Rismayady
Kalau Masih Menggunakan FB Jangan Benci Zionis (Prolog Risalah Demokrasi 2)
-
Demokrasi, hal yang sederhana dalam memandangnya, tetapi tidak menjadi
sederhana jika kita memiliki kepentingan. Hehe, orang yang mendukung
demokrasi pun...
12 years ago
No comments:
Post a Comment