Jumat Malam..
Dua pasang tangan tua itu menyambutku dengan haru, ada getir dan getar yang kuat yang tersekat di tenggorokan saat melihat mereka tersenyum melihat kedatanganku dengan istri tercintaku..Serasa ingin kutumpahkan tangis di pelukan mereka.
"Ka, uih oge..(Ka, pulang juga..)" begitu kalimat mereka. Mereka sambut aku dan istriku penuh rasa bahagia, padahal waktu sudah sangat malam. Aku rindu mereka, rindu orangtuaku, rindu rumah...sangat...
Sabtu seharian...
Kuhirup seharian wangi rumah. Kuraba setiap jengkal tempat yang membesarkan aku ini. Kurasakan getaran-getaran magis yang diberikan oleh tempat ini..
Tidak ada tempat terbaik di dunia ini selain disini..Di rumah ini..
Dari fajar hingga menjelang senja kuhabiskan waktu untuk menikmati sensasi rindu akan tempat ini. Aku rindu...Sangat..sangat rindu...
Dan kenapa waktu terasa begitu cepat..Kenapa tega benar..Aku masih rindu...
Masih sangat rindu..
Sabtu malam..
Enggan kupenjamkan mata..Enggan kuakhiri hari dalam haru ini. Besok aku harus tinggalkan lagi tempat ini..Mau kuapakan rasa rinduku..Dia masih terasa kuat di setiap sendi badanku.. Mau kuapakan..Aku masih rindu..
Minggu...
Segera kukuatkan hati. Mencoba jadi lelaki sejati. Kembali akan berjalan di kehidupan nyata..
Semua terasa berat. Sekat di tenggorokan kembali terasa kuat. Bahkan terasa lebih berat 10x lipat. Aku coba kuatkan diri. Menahan haru melihat bagaimana orangtuaku masih mencoba menahan kami agar jangan pergi.
Mereka memasak masakan kesukaan kami. Mereka menahan kami dengan berbagai cara. "Besok saja.." Pinta mereka dengan sangat dalam lirih.
Ya Tuhan.. Betapa berat haru yang kutahan. Tapi asa, cita-cita, istri, dan kehidupan nyata harus tetap kutempuh.. Aku harus pergi..
Mereka melepasku dengan haru, ada cekat luar biasa di tenggorokan.. Pintu rumah seakan gerbang sempit yang harus aku masuki, sangat berat.. Mereka melambai, menahan haru, masih mencoba menahan kami pulang... Rumah..Aku pergi lagi..
Tangis itu keluar dalam langkahku membelakangi rumah untuk pergi.. Terus menangis.. Aku masih terlau sangat rindu..
Aku pergi bukan untuk menghilang.. Tapi untuk hidup.. Aku pergi bukan untuk pulang.. Karena pulang buatku adalah hanya satu, yaitu ke rumah ini, dan rumahku dengan istriku kelak. Aku akan sangat rindu..
Rumah..
Tunggu aku pulang lagi...
Kalau Masih Menggunakan FB Jangan Benci Zionis (Prolog Risalah Demokrasi 2)
-
Demokrasi, hal yang sederhana dalam memandangnya, tetapi tidak menjadi
sederhana jika kita memiliki kepentingan. Hehe, orang yang mendukung
demokrasi pun...
12 years ago